The Future Is...Ours

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan sesuatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri (Surah Ar-Ra'd: 11)

Oh..muslimahku..!





"Sebaik-baik wanita ialah yang tidak memandang dan tidak dipandang oleh lelaki" - Saiditina Aisyah RA.

Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki. Biarlah aku hanya cantik di matamu.  

Apa gunanya aku menjadi perhatian lelaki andai murka Allah ada di situ. 
Apalah gunanya aku menjadi idaman banyak lelaki sedangkan aku hanya bisa menjadi milikmu seorang.

Aku tidak merasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan aku merasa terhina diperlakukan sebegitu seolah-olah aku ini barang yang bisa dimiliki sesuka hati.

Aku juga tidak mau menjadi penyebab kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak dapat aku berikan.

Bagaimana akan kujawab di hadapan Allah kelak andai ditanya? Adakah itu sumbanganku kepada manusia selama hidup di muka bumi?

Kalau aku tidak ingin kau memandang perempuan lain, aku dululah yang perlu menundukkan pandanganku. Aku harus memperbaiki dan menghias peribadiku karena itulah yang dituntut oleh Allah.

Kalau aku ingin lelaki yang baik menjadi suamiku, aku juga perlu menjadi perempuan yang baik. 

Bukankah Allah telah menjanjikan perempuan yang baik itu untuk lelaki yang baik?

Tidak kunafikan sebagai remaja, aku memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Namun setiap kali perasaan itu datang, setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahwa aku perlu menjaga perasaan itu karena ia semata-mata untukmu.

Allah telah memuliakan seorang lelaki yang bakal menjadi suamiku untuk menerima hati dan perasaanku yang suci. Bukan hati yang menjadi labuhan lelaki lain. Engkau berhak mendapat kasih yang tulen.

Diriku yang memang lemah ini telah diuji oleh Allah saat seorang lelaki ingin berkenalan denganku. Aku dengan tegas menolak, berbagai macam dalil aku kemukakan, tetapi di hinanya aku kembali dek terlalu sombong.


Aku merasa seolah-olah kehidupanku yang tenang ini telah dirampas dariku. Aku bertanya-tanya adakah aku berada di tebing kebinasaan? Aku beristigfar memohon ampunan-Nya. Aku juga berdoa agar Pemilik Segala Rasa Cinta melindungi diriku dari kejahatan.

Kehadirannya membuatku banyak memikirkan tentang dirimu. Kau kurasakan seolah-olah wujud bersamaku.

Di mana saja aku berada, akal sadarku membuat perhitungan denganmu. Aku tahu lelaki yang menggodaku itu bukan dirimu. Malah aku yakin pada gerak hatiku yang mengatakan lelaki itu bukan teman hidupku kelak.

Baca lagi ye..


Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.

Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita yang lain, dilamar lelaki yang bakal memimpinku ke arah tujuan yang satu.

Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam, yang mampu mendebarkan hati jutaan gadis untuk membuat aku terpikat.

Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah.

Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dibazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk membuat begitu.

Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.

Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari redha Illahi.

Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu.

Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu.

Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku. Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku.

Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga.

Seorang gadis yang membiarkan dirinya dikerumuni, didekati, diakrabi oleh lelaki yang bukan muhrimnya, cukuplah dengan itu hilang harga dirinya di hadapan Allah. Di hadapan Allah. Di hadapan Allah.

Yang dicari walau bukan putera raja, biarlah putera Agama.
Yang diimpi, biarlah tak punya rupa, asal sedap dipandang mata.
Yang dinilai, bukan sempurna sifat jasmani, asalkan sihat rohani dan hati.
Yang diharap, bukan jihad pada semangat, asal perjuangannya ada matlamat.
Yang datang, tak perlu rijal yang gemilang, kerana diri ini serikandi dengan silam yang kelam.
Yang dinanti, bukan lamaran dengan permata, cukuplah akad dan janji setia.
Dan yg akan terjadi, andai tak sama dgn kehendak hati, insyaAllah ku redha ketetapan Illahi.

Wahai wanita, ku ingatkan diriku dan dirimu, peliharalah diri dan jagalah kesucian.. semoga redha Allah akan sentiasa mengiringi dan memberkati perjalanan hidup ini.

Quotation of a Growing Boy

The silhouettes of an unfulfilled time snuggle up so that they wont separate. This world seemed just a little cruel..
Until I met you,
Youre so kind that I forget even the place I call home,
Tears fell  in the sky over your shoulder,
Even a small dream coming true is strength,
Don’t forget to only look forward while walking,
No matter how weak I’m,
I’ll turn existing things into smiles,
Because that’s what you thought me,
I’ll keep protecting just one of these fading memories,
Because you were always gazing at tomorrow,
I want to give you all my heart,
Adorned with light, I’ll paint at the end of the sky,
While such a dazzling time drifts about
I want to live without knowing about things like endings,
Even if you disappear into the darkness of fate,
I wont leave the hands piling on top each other warm themselves with what they believe in..

I have no special things at all, but grasped in those hands is more enough than love
Those who have something to believe in will go through these thoughts for the sake of unwavering love..
If I can fight against fate, I will go with all these feelings raised..
Perhaps it will open to those who continue to love & do not doubt, the light to the future,,
So that I can keep on existing as an decent person, I will continue to hold up a light of hope on this chest of mine..maybe is that so..

Memasang Impian dan Cita-cita



Masa kian berlalu pantas...tiada yang dapat menghentikannya walau menggunakan 'The Time Machne' sekalipun...ia akan tetap bergerak meninggalkan kita tanpa kita sedar, tanpa kita pinta...diriku selalu ingin mejadi yang terbaik...namun dalam setiap kalangan yang terbaik, sudah pasti ada yang tetap lebih terbaik..,itulah qudrah dan iradah daripada Allah atas setiap ciptaanNya...


Keindahan alam sungguh mengasyikkan...awan yang kebiru-biruan...burung-burung berkicauan, berterbangan dalam simpang siurnya mencari 'ulat' untuk santapan anak-anaknya yang riuh rendah menggamit suasana bertukar ceria...di pagi yang sungguh bermakna bagi setiap insan yang tahu menggunakan masanya dengan penuh teliti dan bermanfaat...tak terkecuali diriku...


'Juruterbang...'

 Itulah apa yang bermain di benak fikiranku..lantas pada penghujung bulan Januari, pemergianku ke bandar metropolitan untuk mengikuti kursus asas juruterbang disambut mesra oleh ibu dan ayahku...alhamdulillah...



Diakhir sesi kursus, ujian-ujian berkaitan turut dilaksanakan....dan keputusannya...


Alhamdulillah...Allah sekali lagi memberikan ruang untukku bernafas tatkala insan-insan yang sepertiku di luar sana masih di alam hiburan dan khayalan...syukur diriku masih terpilih untuk merasai ini semua...!!

Selepas Spm


Tatkala kaki ini mulai melangkah keluar gerbang pintu kisas teringatku akan kepada nyanyian akh Akram Shamsuri yang lunak kedengaran memecah gema di gimnasium sewaktu Kem Pengenalan Tarbiyah ketika F4..:


   "Jazaka...
    Jazaka...
    Jazakallahu khairan...
    Walana...walana...
    InsyaAllah al-Jannah...."


Sungguh sayu dan sepi ketika itu..suka untukku memanggil ustazah sebagai ibu angkatku ketika ku bermukim di sini...Ustazah Nek Hazifah Nek Hassan itulah namanya..
Ucapannya sungguh menyentuh hati-hati insan yang sentiasa inginkan akan belaian, kasih sayang seorang ibu...sungguh hiba dengan linangan air matanya juga air mata kami semua waktu itu...
Akanku sematkan tarbiyah ini selama-lamanya dalam diriku..InsyaAllah..!


Fastaqim Kama Umirta...!
"Kadangkala manusia seringkali tersasar dek arah,
Tetapi dek kerana Tabiyah Islamiyah,
Kita terus membina Ukhwah Fillah,
Antara Mudarris dan Mudarrisah,
Membina batasan antara Muslimin dan Muslimah,
Bersama kita berada dalam Biah Solehah,
Untuk kita bersama menerajui Daulah Islamiyah...!

Itulah yang dikatakan 5 unit di Kisas...
Indah, sungguh islamik...mudah-mudahan kamu akan tetap utuh wahai kebanggaanku...!